GERD dan Anxiety: Bagaimana Kecemasan Bisa Memicu Asam Lambung Naik?

GERD dan Anxiety: Bagaimana Kecemasan Bisa Memicu Asam Lambung Naik?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan anxiety sering kali saling berkaitan. Banyak orang yang mengalami kecemasan berlebihan juga melaporkan gejala GERD seperti nyeri ulu hati, asam lambung naik, dan sensasi terbakar di dada. Tapi bagaimana sebenarnya kecemasan bisa memicu GERD?


Ketika seseorang merasa cemas, tubuhnya memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, kecemasan dapat menyebabkan otot sfingter esofagus melemah, yang akhirnya memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan. Pola napas yang dangkal dan cepat saat cemas juga dapat memperburuk gejala GERD.


Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mengelola kecemasan dengan baik. Teknik relaksasi seperti meditasi, latihan pernapasan, dan hipnoterapi dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres yang memicu GERD.


Perbedaan Gejala GERD dan Serangan Panik: Jangan Salah Kaprah!

Banyak orang yang mengalami GERD dan kecemasan sering salah mengira gejalanya sebagai serangan jantung atau serangan panik. Memahami perbedaannya sangat penting agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.


Gejala GERD biasanya meliputi:

  1. Nyeri dada yang terasa terbakar (heartburn)
  2. Asam lambung naik hingga ke tenggorokan
  3. Kesulitan menelan
  4. Mual dan perut kembung

Sedangkan gejala serangan panik cenderung mencakup:

  1. Detak jantung cepat dan tidak beraturan
  2. Napas pendek dan sulit bernapas
  3. Perasaan takut yang intens
  4. Sensasi pusing dan ingin pingsan

Jika mengalami salah satu atau kedua kondisi ini, penting untuk mencari bantuan medis. Selain pengobatan, terapi seperti hipnoterapi dapat membantu mengatasi kecemasan yang sering menjadi pemicu GERD dan serangan panik.